Sejarah Singkat KB Ibnu Mas’ud

Kelompok Bermain Ibnu Mas’ud berdiri pada tanggal 17 Oktober 2010, beralamat di Desa Muruh, Gantiwarno. Namun karena terkendala tempat pembelajaran yang masih menumpang di gedung serbaguna Masjid, 1 tahun kemudian KB Ibnu Mas’ud berpindah tempat ke Dusun Mulyosari, Desa Sawit, Gantiwarno. Di tempat baru ini, antusiasme warga sekitar cukup besar sehingga jumlah murid bertambah.

Sejak awal, penyelenggara menginginkan pembelajaran Islami bagi anak-anak yang sesuai dengan petunjuk Al Quran dan sunnah Nabi. Di mana pembiasaan agama serta kegiatan agama lebih diutamakan dengan tidak meninggalkan prinsip kegiatan yang menyenangkan bagi anak.

Profil Lembaga

  • Nama lembaga          :  Kelompok Bermain Ibnu Mas’ud
  • Alamat Lembaga      :  Mulyosari, Sawit, Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah
  • Ijin Operasional        :  421.1/4252/532/KB/11
  • NPSN                         :  69805248
  • Tahun Berdiri           : 17 Oktober 2010
  • Nama Yayasan         :  Kirap Arsyada
  • Kode pos                   :  57455
  • Status tanah             :  Milik Yayasan
  • Luas Lahan/Tanah : 150 m2
  • Luas Bangunan        :   90 m2
  • NPWP                       :  72.244.168.0-525.000

 

Visi

Mewujudkan generasi yang cerdas, terampil, mandiri serta berakhlak mulia berdasarkan Al Quran dan As Sunnah

Misi :

  • Menanamkan kecintaan anak kepada Allah Ta’ala, Al Quran dan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalaam.
  • Memberikan bekal dasar kepada anak agar dapat menjadi generasi Islam yang seimbang mental spiritual
  • Melatih kemandirian anak
  • Memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat sekitar yang sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah

 

Tujuan

Dalam undang- undang Nomor. 20  tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah salah satu upaya pembinaan yang ditujukan untuk anak sejak lahir  sampai dengan 6 tahun, yang dilakukan melalui pembinaan dengan pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki jenjang pendidikan lebih lanjut.

 

KARAKTERISTIK

Prinsip Pembelajaran

  1. Berorientasi pada kebutuhan anak
  2. Belajar melalui bermain
  3. Kreatif dan inovatif
  4. Menggunakan tema untuk mengenalkan berbagai konsep pada anak
  5. Memperkaya perbendaharaan kata anak
  6. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar

 

Program Pembelajaran

Program pembelajaran di KB Ibnu Mas’ud menggunakan pendekatan sentra. Proses pembelajaran anak berpusat di sentra main dan saat anak dalam lingkaran menggunakan 4 jenis pijakan untuk mendukung perkembanagn anak, yaitu (1) pijakan lingkungan main; (2) pijakan sebelum main; (3) pijakan saat main; (4) pijakan setelah main. Pijakan adalah dukungan yang berubah-ubah, disesuaikan denggan perkembangan yang dicapai anak dan bertujuan untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi. Sentra main adalah area main yang dilengkapi seperangkat main dan berfungsi sebagai pijakan lingkungan yang diperlukan utnuk mendukung perkembangan anak dalam 3 jenis main, yaitu: (1) main sensorimotor atau fungsional; (2) main peran: dan (3) main pembangunan

 

Macam-macam Sentra yang dibuka di KB Ibnu Mas’ud

1. Sentra Imtaq

Kegiatan main di sentra ini lebih menitik beratkan pada kegiatan keagamaan. Di sentra ini anak difasilitasi dengan kegiatan bermain yang memfokuskan pada pembiasaan beribadah dan mengenal huruf hijaiyyah dengan cara bermain sambil belajar. Efek yang diharapkan: tertanamnya perilaku akhlakul karimah, ikhlas, sabar dan senang menjalankan perintah agama

2. Sentra Persiapan

Pusat kegiatan belajar melaui bermain untuk menggembangkan seluruh aspek perkembangan melalui tiga jenis main (sensorimotor, main peran, main pembangunan) dengan prioritas pengembangan pengalaman keaksaraan. Di sentra ini anak difasilitasi dengan permainan yang dapat mendukung pengalaman baca, tulis, hitung dengan cara yang menyenangkan dan anak dapat memilih kegiatan sesuai minat.

3. Sentra Seni dan Kreativitas

Pusat kegiatan  belajar melalui bermain, dimana anak dapat mengembangkan daya

imajinasi dan mengekspresikan perasaan saat ini, kemarin dan yang akan datang.  Sentra ini menitik beratkan pada

kemampuan anak dalam berkreasi. Kegiatan di sentra ini dilaksanakan dalam bentuk proyek, dimana anak diajak untuk

menciptakan kreasi tertentu yang akan menghasilkan sebuah karya. Melalui sentra  ini diharapkan anak dapat berpikir secara kreatif.

 

 

4. Sentra Bahan Alam:

Pusat kegiatan belajar melalui bermain untuk mengembangkan pengalaman sensorimotor dalam rangak menggunakan tiga jari guna persiapan menulis sekaligus pengenalan sains untuk anak. Fasilitas permainan yang disediakan berupa permainan yang dapat mengembangkan dan memperluas pengalaman bermain sensorimotor dengan memberikan banyak kesempatan pada anak untuk mengekplorasi bahan-bahan alam yang diperlukan untuk kesiapan menulis, keterampilan berolah tangan dan menstimulais system kerja otak anak. Efek yang diharapkan yaitu anak dapat menstimulassi aspek motorik halus secara optimal, dan mengenal sains sejak dini

5. Sentra Balok dan Peran

Sentra balok adalah model pembelajaran bermain sambil belajar untuk mempresentasikan ide ke dalam bentuk nyata (bangunan). Efek yang diharapkan dari sentra balok ini adalah anak bisa berfikir tipologi mengenal ruang dan bentuk sehingga dapat mengembangkan kecerdasan visual secara optimal dan dapat mengenal bentuk geometris yang sangat berguna untuk pengetahuan dasar matematika.

Sedangkan sentra peran merupakan Pusat kegiatan belajar melalui bermain, dimana anak dapat mengembangkan daya imajinasi dan mengekspresikan perasaan saat ini, kemarin, dan yang akan datang. Main Peran bertujuan untuk mengembangkan daya cipta, tahapan ingatan, kerjasama kelompok, penyerapan kosa kata, konsep hubungan kekeluargaan, penegendalian diri, keterampilan pengambilan sudut pandang spasial, keterampilan pengambilan sudut pandang afeksi, dan keterampilan pengambilan sudut pandang kognisi.

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

Struktur kurikulum dan muatan kurikulum merupakan pola dan susunan lingkup pengembangan yang harus ditempuh oleh anak didik dalam kegiatan pembelajaran. Adapun lingkup pembelajran adalah sebagai berikut:

  1. Lingkup Perkembangan Nilai- nilai Agama dan Moral

Lingkup ini sangat mendasar dan akan menjadi pondasi bagi kehidupan anak pada masa dewasannya. Kemampuan yang ingin dicapai pada lingkup ini yaitu melatih anak melalui pembiasaan beribadah dengan cara yang menyenangkan, mengenal dan mencintai Allah subhanahu wa ta’ala sejak dini sehingga terwujud perilaku jujur,  akhlakul karimah, ikhlas, sabar, dan senang menjalankan perintah agama

  1. Lingkup perkembangan Fisik Motorik

Lingkup ini merupakan pengembangan kemampuan/ keterampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan halus, gerakan kasar, serta menerima rangsangan melalui panca indera.

  1. Lingkup Perkembangan Kognitif

Pada lingkup pengembangan ini, kemampuan yang ingin dicapai yaitu kemampuan berfikir logis, kritis, memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat. Kemampuan tersebut dapat dicapai secara baik jika anak dilatih sejak usia dini.

  1. Lingkup Perkembangan Bahasa

Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting sehingga anak perlu dilatih sejak dini. Kemampuan yang ingin dicapai pada lingkup perkembangan ini adalah kemampuan berkomunikasi secara baik, sehingga akan sangat bermanfaat untuk berfikir dan belajar pada masa yang akan dating.

  1. Lingkup Perkembangan social Emosional

Kemampuan yang ingin dikembangkan dalam lingkup perkembangan ini yaitu kemampuan mengenal lingkungan alam, lingkungan sosial, menghargai keragaman sosial dan budaya, mampu mengembangkan konsep diri, dan sikap positif. Control diri dan rasa memiliki adalah kemampuan yag sangat penting untuk dimilki seorang anak agar dapat hidup berdampingan dalam pergaulan secara luas. Fakta membuktikan bahwa kesuksesan kehidupan seseorang tidak hanya ditemukan oleh kecerdasan/nilai yang tinggi di sekolah namun lebih banyak ditentukan oleh kecerdasan social emosional.

  1. Lingkup Perkembangan Seni

Kemampuan yang ingin dikembangkan dalam lingkup perkembangan ini yaitu kemampuan menciptakan sesuatu berdasarkan hasil imajinasinya, mengembangkan kepekaan, dan dapat menghargai hasil karya yang kreatif.