Idul Adha 1441 H, Yayasan Kirap Arsyada Menyalurkan Qurban 1 ekor Sapi & 5 ekor Kambing dari Para Muhsinin

Jumat, 31 Juli 2020. AlhamduliLlah tahun ini, meski masih di tengah kondisi pandemi covid-19, umat Muslim di seluruh dunia & Indonesia pada khususnya masih banyak yang sanggup melaksanakan syariat qurban. Tak terkecuali para Muhsinin yang mempercayakan penyaluran hewan qurbannya melalui Yayasan Kirap Arsyada.

Telah disalurkan amanah 1 ekor sapi kepada masyarakat di daerah Temben, Kulonprogo dan 5 ekor kambing kepada masyarakat di daerah Saptosari, Gunung Kidul. Adapun 5 orang shohibul qurban kambing adalah:
1. Bpk Deka Wisnu Prabowo bin Supriyono (Gantiwarno, Klaten)
2. Bpk Fahmi Khotib bin Sugiyono (Kalasan, Jogja)
3. Bpk Sayudi Bin Suharno (Gantiwarno, Klaten)
4. Bpk Priyo Sudarmo (Jogja)
5. Bpk Elias Ariotomo bin Asnur Utoyo (Jogja)

Shohibul Qurban Sapi

1. Sri Harini Artiningsih Binti Tarip Roestarto (Jakarta)
2. Indira Purna Iswari binti Tarip Roestarto (Jakarta)
3. Estu Prabowo bin Tarip Roestarto (Jakarta)
4. Mur Estiningsih Juliastuti binti Tarip Roestarto (Jakarta)
5. Ruspratama Yudhawirawan bin Rusdwiseno Saptonugroho (Jakarta)
6. Ratih Widyastuti binti Mulyono (Jakarta)
7. Bpk Suharto bin Sarbini (Prambanan, Jogja)

Syukron BaarakaLlahu Fiihim atas kepercayaan yang telah diberikan. Semoga Allah Ta’ala memberkahi umur, keluarga dan harta mereka serta menerima semua amal ibadah kita semua. Aamiin

   

RAT KSU Kirap Entrepreneurship Syariah 2019

Ahad, 23 Februari 2020 yang lalu, Koperasi Syariah Kirap Entrepreneurship menyelenggarakan rapat anggota tahunan di hotel Galuh, Prambanan, Klaten. Dihadiri lebih dari 100 anggota, RAT diawali dengan kajian seputar wakaf produktif yang disampaikan oleh Ustadz Ridwan Hamidi, Lc, MA hafidzahullah yang kemudian dilanjutkan dengan laporan kinerja koperasi selama setahun terakhir dan rencana kerja setahun yang akan datang.

Seminar Keluarga ‘Bersama Pasangan Meraih Surga’ Bersama Ust. Cahyadi Takariawan

Ahad, 2 Februari lalu Divisi Kajian Keluarga Yayasan Kirap Arsyada menyelenggarakan seminar keluarga dengan tema Bersama Pasangan Meraih Surga di ruang Merapi, hotel Galuh, Prambanan, Klaten. Dalam kesempatan tersebut Ust. Cahyadi Takariawan atau yang akrab disapa Pak Cah membersamai sebagai pembicara. Acara yang berlangsung selama 3,5 jam tersebut diikuti oleh 80 an peserta.

Harta Zakat yang Dibagikan Bukanlah Harta Kotor

Klaten-Ahad pagi, 12 Mei 2019, Yayasan Kirap Arsyada menyelenggarakan kajian ramadhan  dengan pembahasan Kewajiban Zakat dan Perhitungannya. Kajian yang diikuti kurang lebih 30 orang ini bertempat di Mushalla Ibnu Mas’ud desa Sawit, Kec. Gantiwarno, Klaten, dengan pemateri Ustadz Tri Widayatno, ST, MSc, Ph.D. Mengawali kajian, ustadz Tri menyampaikan bahwa zakat adalah salah satu rukun iman yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syaratnya. Mindset yang perlu direkonstruksi di masyarakat adalah anggapan bahwa zakat adalah untuk mensucikan jiwa, bukan untuk menyucikan harta. Hal itu perlu digarisbawahi agar orang tidak seenaknya dalam mencari nafkah/harta kemudian merasa sudah menyucikan hartanya dengan jalan zakat dan sedekah. Demikian juga agar tidak ada anggapan dari para penerima zakat, bahwa zakat yang dibagikan kepadanya adalah harta kotor yang dapat berakibat buruk baginya di kemudian hari.

Selanjutnya, Ust. Tri Widayatno menekankan pada kejelasan harta suami dan istri meskipun keduanya telah terikat dalam sebuah pernikahan. Harta suami dan istri perlu diperjelas kepemilikannya untuk keperluan zakat dan juga waris, karena yang berhak mendapatkan warisannya nanti tidak sama. Syarat berikutnya, harta tersebut dimiliki secara mutlak, tidak hilang, tidak sedang dipinjam yang beresiko tidak terbayar, dan bukan pula hasil pinjaman. Yang terhitung harta wajib dizakati adalah uang simpanan ditambah dengan logam mulia/perhiasan, hasil aset yang produktif, serta taksiran nilai barang dagangan, dikurangi kewajiban hutang yang mesti dibayarkan pada tahun itu saja. Jika setelah dihitung mencapai nishab setara 85 gram emas dan telah tersimpan selama satu tahun, maka wajib baginya untuk membayar kewajiban zakatnya.

Menutup kajian pagi itu, banyak pertanyaan dari para jamaah dalam sesi tanya jawab. Di antaranya adalah kemungkinan seseorang mengakali simpanan hartanya sehingga tidak sampai nishab baginya. Menjawab pertanyaan tersebut, Ust. Tri Widayatno hanya mengingatkan bahwa Allah Ta’ala tahu semua yang ada di dalam hati kita, dan zakat adalah untuk kebaikan pemiliknya yaitu menyucikan dirinya. Beliau juga menegaskan besarnya amanah dan tanggung jawab seorang amil/panitia zakat. Oleh karena itu, para amil harus memiliki ilmu yang cukup dan memberikan usaha terbaiknya agar amanah yang diterima tersalurkan dengan tepat sasaran.

Yayasan Kirap Arsyada menjadi salah satu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang terdaftar resmi di bawah BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), menerima dan mengelola/menyalurkan zakat Anda. Pastikan harta Anda yang telah mencapai batas minimal (nishab) setara 85 gram emas, terbayarkan zakatnya melalui Lembaga Amil Zakat resmi yang ditunjuk oleh pemerintah. Untuk informasi lebih jelas silakan hubungi 081 2250 78113 (M. Asri)

penulis: @habibquds

Alhamdulillah, dari Pengajian Keluarga Besar KIRAP Arsyada dan Sosialisasi Pembangunan Islamic Center Ibnu Mas’ud, Terkumpul Donasi Awal Lebih dari Rp. 22 Juta

Ahad, 27 Januari 2019 bakda Isya’, Keluarga besar Yayasan Kirap Arsyada mengadakan pengajian sekaligus sosialisasi pembangunan Islamic Center Ibnu Mas’ud di halaman KB/TK Ibnu Mas’ud, Mulyosari, Sawit, Gantiwarno dengan mengundang pembicara Ustadz Noor Saif Muhammad Musafi (putra KH. Sunardi Sahuri) dari Yogyakarta. Acara ini diadakan untuk menyampaikan rencana besar pembangunan Islamic Center Ibnu Mas’ud kepada keluarga besar Yayasan Kirap Arsyada dan masyarakat sekitar, serta mengajak undangan ikut berperan dalam usaha pembangunan tersebut.

Dihadiri kurang lebih seratus orang undangan, acara pengajian ini diawali dengan sambutan oleh Pembina dan Penasihat Yayasan, Ust. Tri Widayatno, ST, MSc, Ph. D. Beliau memaparkan tujuan digagasnya pembangunan Islamic Center Ibnu Mas’ud adalah sebuah usaha menjadikan lingkungan di sekitar yayasan sebagai lingkungan yang Islami dengan berlandaskan ilmu. Beliau mengambil hikmah dari Sirah Nabi, bahwa unggulnya generasi awal umat Islam adalah karena dilandasi dengan ilmu. Bangsa Arab yang sebelumnya tidak pernah diperhitungkan, berhasil menjadi bagian penting dalam sejarah peradaban manusia dan dunia setelah mendapatkan bimbingan ilmu dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau juga menyampaikan kisah pada perang Tabuk, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membuka peluang amal shalih dengan mengajak para Sahabat radhiyallahu ‘anhum untuk menyokong perbekalan dalam pemberangkatan pasukan di forum terbuka. Menyambut ajakan itu, para sahabat yang kaya tak segan menginfakkan hartanya dalam jumlah yang besar. Begitupun para sahabat yang miskin, mereka tidak mau ketinggalan dengan menginfakkan harta yang mereka miliki, meski segenggam kurma. Semuanya diterima oleh Rasulullah shallallhu ‘alaihi wasallam dengan sepenuh penghargaan terbaik Beliau.

Memberikan sambutan yang kedua, Bpk. Fahmi Khotib, SE selaku Ketua Yayasan Kirap Arsyada, menyampaikan motivasi pengurus yayasan merencanakan pembangunan Islamic Center Ibnu Mas’ud. Tak lain adalah niatan menjadi manfaat bagi umat yang keberlangsungannya diharapkan menjadi jariyah, bahkan ketika para penyokongnya telah meninggal dunia. Terinspirasi dari kisah sahabat Abu Yahya ra. yang lebih memilih kehilangan seluruh hartanya di Mekkah demi memenuhi seruan hijrah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ke Madinah. Nabi Muhammad yang mengetahui berita tersebut dari Jibril mengatakan kepada Abu Yahya, “Sungguh perdagangan yang tidak merugi” sebanyak tiga kali. Acara penggalangan dana hari itu adalah ikhtiar meneladani keimanan orang-orang yang bertakwa.

Terakhir pada acara inti, Ustadz Noor Saif Muhammad Musafi menyampaikan tausiyahnya. Beliau yang sedang menempuh pendidikan S3 nya di Johor, Malaysia menitikberatkan pada penyampaian tauhid kepada Allah Ta’ala, agar kita beriman dengan sebenar-benarnya. Poin penting lainnya yang Beliau sampaikan adalah, bahwa setiap muslim mesti berusaha memiliki banyak keterampilan hidup dan menjadikannya bermanfaat sebesar-besarnya bagi agama dan masyarakat. Di akhir tausiyahnya, beliau memotivasi hadirin untuk berinfak untuk urusan agama, terutama mendukung rencana pembangunan Islamic Center Ibnu Mas’ud yang akan dimulai. Beliau mengingatkan motivasi berinfak dari Allah ta’ala di ayat-ayat Al Qur’an seperti pada Surat Al Baqarah ayat 261 yang Allah ta’ala janjikan pahala sedikitnya 700 kali. Juga dalam surat Al Munafiqun ayat 10 yang menyebutkan bahwasanya orang yang telah meninggal dunia, memohon agar diberikan kesempatan hidup sebentar saja agar ia dapat bersedekah dengan hartanya. Menutup tausiyahnya, Beliau menyampaikan, berinfak di jalan Allah Ta’ala adalah tentang keimanan, pembuktian iman. Karena Allah Ta’ala telah menyampaikan janji Nya pada orang-orang yang berinfak di jalan Nya di banyak ayat. Tinggal kita sebagai hambanya membuktikan keyakinan kita atas janji Nya dengan mengamalkan.

Sebelum beranjak, Ustadz Noor Saif memandu penggalangan dana yang beliau mulai dari dirinya sendiri yang kemudian mendapat sambutan hangat dari para hadirin. Hingga akhir acara, terkumpul komitmen donasi sebesar Rp. 21.500.000,- dari 27 nama donatur dan infak tunai sebesar Rp. 750.000,- dari kotak yang diedarkan. (habib)