Membangun Generasi Shalih dengan Sekolah Alternatif

Seorang guru menuturkan keprihatinannya mengajar di sebuah SD di desa. Dari pengamatannya, banyak anak didiknya yang berangkat sekolah tanpa motivasi belajar, sehingga waktu pelajaran berlangsung mereka berbuat seenaknya. Entah itu mengangkat kaki ke atas meja, mengobrol, main hp, atau sambil makan. Hal yang lebih parah mungkin pernah kita saksikan di berita, murid SD yang melecehkan gurunya yang sedang mengajar di kelas, atau anak SMA yang sampai menganiaya guru, atau kasus-kasus anak sekolah yang berbuat buruk kepada orang tuanya.

Ya, anak sekolah di zaman gadget saat ini punya tantangan yang lebih berat dibanding era dulu. Mereka dengan mudah melihat contoh negatif yang lebih mendominasi konten yang sedang viral, acara tv yang cenderung merusak, dan game online yang bisa jadi candu. Padahal setiap anak adalah peniru ulung, sementara mereka belum faham baik buruk perbuatan yang ditirunya.

Demikianlah, jika kita sadari tantangan menjaga amanah Tuhan sebagai orang tua semakin berat. Yang tidak sadar, anak hanya sebagai konsekuensi biologis sebuah pernikahan yang tumbuh hampir tanpa sentuhan didikan orang tua, besar oleh asuhan lingkungan yang boleh jadi lebih banyak pengaruh negatifnya.

Tentu kita sepakat, mendidik anak tidak sekadar memasukkannya ke sekolah kemudian habis perkara. Namun juga mendampingi, memberikan perhatian, dan bimbingan. Membangun generasi berkarakter memerlukan kerja bersama banyak pihak, baik orang tua, guru, sekolah, masyarakat, pemangku kebijakan, dan negara. Namun, setidaknya peran orang tua yang berkomitmen serta guru dan sekolah yang serius mengusung idealismenya adalah hal yang paling memungkinkan dipertemukan untuk menjawab kebutuhan dalam waktu dekat.

Mungkin itu lah kenapa SD swasta terutama SDIT sekarang ini lebih diminati, sementara satu per satu sekolah negeri kesulitan mendapatkan murid untuk angkatan baru. Boleh jadi orang tua yang paham amanahnya, khawatir kalau-kalau anaknya terpengaruh perilaku buruk anak-anak yang tidak dibimbing orang tuanya. Sistem di sekolah negeri dianggap tidak mampu mendidik anak-anak menghadapi perubahan zaman. Sebab itu mereka memilih sekolah dengan para orang tua yang memiliki kesamaan visi, meski harus mengeluarkan biaya ekstra.

Kebutuhan akan sekolah-sekolah seperti ini masih besar dan perlu diperbanyak. Bukan karena orientasi bisnis, namun lebih karena mengambil peran membangun generasi masa depan yang berakhlak. Anak-anak shalih yang tidak hanya menjadi harapan orang tua, akan tetapi masyarakat dan bangsa.

SD/MI Ibnu Mas’ud insyaa Allah berusaha menjadi salah satunya. Tahun ini kami berencana membangun sekolah yang menjawab kebutuhan tersebut. Dengan mengharapkan ridha Allah Ta’ala, kami mengajak Anda menjadi bagian terwujudnya sekolah alternatif non komersial ini. Mari beramal jariyah untuk membantu berlangsungnya kebermanfaatan ilmu dan mendidik generasi shalih shalihah harapan ummat. Kekalkan manfaat infak harta Anda dengan berwakaf di project kami. (@habibquds)

 

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
#SinergiAmalJariyah #ProyekAkhirat

Proyek Pembangunan Pusat Pendidikan Islam non Komersial IBNU MAS’UD

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاث: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan do’a anak yang shalih” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

🗝 Ingin mendapatkan keutamaan tiga amalan yang akan mengalir terus pahalanya tersebut?

Ayo menjadi bagian dari sinergi amal jariyah yang membantu kebermanfaatan ilmu dan mendidik generasi shalih di project kami :

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)

🕌🏫🏡 Wakaf Pembangunan Masjid, Madrasah & Rumah Quran
Pusat Pendidikan Islam Ibnu Mas’ud Klaten

📝Kebutuhan Pembangunan Tahap Awal Rp. 500 Juta
📝Wakaf Bangunan *per

✅1 M² : Rp. 3 Juta*
✅ 2/3 M : 2 juta.
✅ 0.33 M : 1 Juta.
✅ material bangunan ( semen, pasir dsb )

*atau sesuai dengan keinginan/kemampuan Anda.

Mari infakkan sebagian harta Anda melalui rekening:
💳 Syariah Mandiri: 708 229 2068 an. Yayasan Kirap Arsyada
(harap tambahkan angka 100 di akhir nominal, contoh: 10.000.100,-)

Anda juga bisa berwakaf atas nama orang tua (termasuk yang sudah meninggal dunia) sebagai cara berbakti kepada mereka yang Anda cintai

Informasi & konfirmasi transfer:
📱0858 6872 3271 (Ust. Tri)
📱0813 2936 3131 (Fahmi)
📱085 700 846 220 (Habib)

 

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

YAYASAN KIRAP ARSYADA (SK MenKumHam RI nomor AHU-06137.50.10.2014)
Mulyosari RT 03 RW 04, Desa Sawit, Kec. Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah
IG: kirap.arsyada

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *