Harta Zakat yang Dibagikan Bukanlah Harta Kotor

Klaten-Ahad pagi, 12 Mei 2019, Yayasan Kirap Arsyada menyelenggarakan kajian ramadhan  dengan pembahasan Kewajiban Zakat dan Perhitungannya. Kajian yang diikuti kurang lebih 30 orang ini bertempat di Mushalla Ibnu Mas’ud desa Sawit, Kec. Gantiwarno, Klaten, dengan pemateri Ustadz Tri Widayatno, ST, MSc, Ph.D. Mengawali kajian, ustadz Tri menyampaikan bahwa zakat adalah salah satu rukun iman yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syaratnya. Mindset yang perlu direkonstruksi di masyarakat adalah anggapan bahwa zakat adalah untuk mensucikan jiwa, bukan untuk menyucikan harta. Hal itu perlu digarisbawahi agar orang tidak seenaknya dalam mencari nafkah/harta kemudian merasa sudah menyucikan hartanya dengan jalan zakat dan sedekah. Demikian juga agar tidak ada anggapan dari para penerima zakat, bahwa zakat yang dibagikan kepadanya adalah harta kotor yang dapat berakibat buruk baginya di kemudian hari.

Selanjutnya, Ust. Tri Widayatno menekankan pada kejelasan harta suami dan istri meskipun keduanya telah terikat dalam sebuah pernikahan. Harta suami dan istri perlu diperjelas kepemilikannya untuk keperluan zakat dan juga waris, karena yang berhak mendapatkan warisannya nanti tidak sama. Syarat berikutnya, harta tersebut dimiliki secara mutlak, tidak hilang, tidak sedang dipinjam yang beresiko tidak terbayar, dan bukan pula hasil pinjaman. Yang terhitung harta wajib dizakati adalah uang simpanan ditambah dengan logam mulia/perhiasan, hasil aset yang produktif, serta taksiran nilai barang dagangan, dikurangi kewajiban hutang yang mesti dibayarkan pada tahun itu saja. Jika setelah dihitung mencapai nishab setara 85 gram emas dan telah tersimpan selama satu tahun, maka wajib baginya untuk membayar kewajiban zakatnya.

Menutup kajian pagi itu, banyak pertanyaan dari para jamaah dalam sesi tanya jawab. Di antaranya adalah kemungkinan seseorang mengakali simpanan hartanya sehingga tidak sampai nishab baginya. Menjawab pertanyaan tersebut, Ust. Tri Widayatno hanya mengingatkan bahwa Allah Ta’ala tahu semua yang ada di dalam hati kita, dan zakat adalah untuk kebaikan pemiliknya yaitu menyucikan dirinya. Beliau juga menegaskan besarnya amanah dan tanggung jawab seorang amil/panitia zakat. Oleh karena itu, para amil harus memiliki ilmu yang cukup dan memberikan usaha terbaiknya agar amanah yang diterima tersalurkan dengan tepat sasaran.

Yayasan Kirap Arsyada menjadi salah satu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang terdaftar resmi di bawah BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), menerima dan mengelola/menyalurkan zakat Anda. Pastikan harta Anda yang telah mencapai batas minimal (nishab) setara 85 gram emas, terbayarkan zakatnya melalui Lembaga Amil Zakat resmi yang ditunjuk oleh pemerintah. Untuk informasi lebih jelas silakan hubungi 081 2250 78113 (M. Asri)

penulis: @habibquds

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *